Tuesday, May 21, 2013

OPP GROUP PT. MELIA SEHAT SEJAHTERA GOMBONG, KEBUMEN





OPP GROUP
PT. MELIA SEHAT SEJAHTERA (MSS) GOMBONG

Dapatkan informasi lengkap PT. Melia Sehat Sejahtera, komunitas positif yang memberikan manfaat "Kesehatan, Kemampuan, Kepemimpinan, Penghargaan & Kemandirian Ekonomi" dg penghasilan "Harian, Mingguan, Bulanan, Tahunan" tanpa batas.

Acara diselenggarakan pada :
Hari/Tanggal       : Kamis, 6 Juni 2013
Pukul                   : 12.30 WIB
Tempat                 : BPTKP (BAPELKES) Gombong
            Jl. Wilis No.2 Wero- Gombong
            (Depan SMK Negeri Gombong)
 
Hadir dan Infokan ke seluruh Member Anda, ajak semua keluarga, kerabat, sahabat, kenalan & potensial prospekan Anda, untuk mendapatkan Rahasia Hidup lebih SEHAT, lebih SEJAHTERA (yg telah diperoleh jutaan masyarakat Indonesia).

GRATIS !!! & Terbuka utk Umum. Dihadiri Leader Nasional PT. Melia Sehat Sejahtera yg berkomitmen untuk bersama-sama berjuang meraih Sukses Hakiki.

Organized by : Grup PT. MSS Gombong
Untuk info lebih lanjut hubungi :
KHAMIM (087732836835)




Wednesday, May 15, 2013

PENDAFTARAN

PENDAFTARAN 

Cara Bergabung:

1. Mendaftar Rp. 30.000,- anda akan mendapatkan:
  • Kartu Anggota
  • Starter Kit: buku kode etik, Brosur & Formulir
  • Website Account
  • Berlaku seterusnya (tidak perlu mendaftar ulang) dan bisa diwariskan
      Data Yang Di butuhkan:
  • Nama*:
  • No. Ktp/Sim*:
  • Alamat*:
  • No. HP*.:
  • Nama Ibu Kandung*:
  • Nama Ahli waris*: ……… Hubungan dengan Pemohon:
  • Nama Bank*:
  • No. Rekening*:
  • Nama di kartu identitas (KTP) harus sesuai dengan nama di rek bank 
2. Membeli Paket Produk (Minimal 1 Paket Produk) seharga Rp. 550.000 / paket + 10%ppn*)
  • 1 Paket Melia Propolis isi 7 botol @ 6 ml
  • 1 Paket Melia Biyang isi 4 botol @ 15 ml
*) – Bisa memilih salah satu paket produk (1 paket = 1 unit bisnis)
 

 Biaya pendaftaran dan pembelian produk ditransfer sekaligus ke :
BRI
an.  KHAMIM MUNDIRIN
No Rek : 669101005259538


 
 Data di kirim melalui :
SMS    087723836835
Email   khamimilham@gmail.com
 
segera konfirmasi setelah melakukan transrfer agar data langsung di proses


Kami menyarankan, bila anda sudah memahami marketing plan yang di tawarkan oleh PT. Melia Sehat Sejahtera, bergabunglah minimal dengan 3 unit bisnis (belanja 3 paket produk). Karena potensi bonus setiap paket atau unit bisnis adalah sebesar Rp. 850.000,- per hari. Sehingga potensi bonus akan semakin besar bila bergabung dengan 3 unit, 7 unit, 15 unit atau lebih.

Tuesday, May 14, 2013

Motivasi dan Pemikiran Bisnis oleh Chairul Tanjung

Chairul menyatakan bahwa dalam membangun bisnis, mengembangkan jaringan (network) adalah penting. Memiliki rekanan (partner) dengan baik diperlukan. Membangun relasi pun bukan hanya kepada perusahaan yang sudah ternama, tetapi juga pada yang belum terkenal sekalipun. Bagi Chairul, pertemanan yang baik akan membantu proses berkembang bisnis yang dikerjakan. Ketika bisnis pada kondisi tidak bagus (baca: sepi pelanggan) maka jejaring bisa diandalkan. Bagi Chairul, bahkan berteman dengan petugas pengantar surat pun adalah penting.

Dalam hal investasi, Chairul memiliki idealisme bahwa perusahaan lokal pun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Ia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri. Baginya, ini bukan upaya menjual negara. Akan tetapi, ini merupakan upaya perusahaan nasional Indonesia bisa berdiri sendiri, dan jadi tuan rumah di negeri sendiri.

Menurut Chairul, modal memang penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Baginya, kemauan dan kerja keras harus dimiliki seseorang yang ingin sukses berbisnis. Namun mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya. Baginya, membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas. Di sinilah pentingnya berjejaring (networking) dalam menjalankan bisnis.

Dalam bisnis, Chairul menyatakan bahwa generasi muda bisnis sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu persatu. Menurutnya, membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah. Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika (instant), karena dalam dunia usaha kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar. Membangun integritas adalah penting bagi Chairul. Adalah manusiawi ketika berusaha,seseorang ingin segera mendapatkan hasilnya. Tidak semua hasil bisa diterima secara langsung. (Sumber: wikipedia.org)

Nah, setelah kita mengetahui sederetan kisah sukses seorang pengusaha yang bernama Chairul Tanjung ini, diharapkan bisa membantu percepatan usaha dan bisnis kita, karena setelah membacanya kita akan semakin bersemangat untuk setidaknya mengambil beberapa sisi positif untuk bisnis kita. Dan terakhir saya berharap bisa membantu para pembaca yang budiman untuk memajukan wirausaha yang ada di Indonesia. Salam sukses selalu!

Biografi Fauzi Saleh - Kisah Sukses Mantan Seorang Petugas Keamanan

Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan. Ini berkat kompak dengan karyawannya. Derai tawa dan langgam bicaranya khas betawi. Itulah gaya H. Fauzi Saleh dalam meladeni tamunya.
Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang hanya lulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah merasakan kerasnya kehidupan di ibukota.
Saat itu Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah bengkel dengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia masih dikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan. Tapi, kehidupan ibarat roda yang berputar.
Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada diatas. Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini memberikan 50 unit mobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya. Selain itu para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus sebulan gaji. Total Dalam setahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22 kali gaji sebagai tambahan, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17 Agustus, tahun baru dan hari ulang tahun Fauzi. Selain itu, setiap karyawan dan buruh mendapat Rp 5.000 saat selesai shalat Jumat dari masjid miliknya di kompleks perumahan Pesona Depok.
Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan Fauzi, yang menilai orang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. “Karena mereka bekerjalah saya mendapat rezeki.”, katanya. Manajemen kasih sayang yang diterapkan Fauzi ternyata ampuh untuk memajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu. “Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri.” Katanya.
Prinsip manajemen “Bismillah” itu telah dilakukan ketika mulai berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja sebagai petugas keamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek sebagai tukang taman,sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x 15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.
Untuk menyiapkan rumah itu secara utuh diperlukan tambahan dana sebesar 10 juta. Meski demikian, Fauzi tidak berputus asa. Setiap malam jumat, Fauzi dan pekerjanya sebanyak 12 orang, selalu melakukan wirid Yasiin, zikir dan memanjatkan doa agar usaha yang sedang mereka rintis bisa berhasil. Mungkin karena usaha itu dimulai dengan sikap pasrah, rumah itupun siap juga. Nasib baik memihak Fauzi. Rumah yang beliau bangun itu laku Rp 51 juta. Uang hasil penjualan itu selanjutnya digunakan untuk membeli tanah, membangun rumah, dan menjual kembali. Begitu seterusnya, hingga pada 1992 usaha Fauzi membesar. Tahun itu, lewat PT. Pedoman Tata Bangun yang beliau dirikan, Fauzi mulai membangun 470 unit rumah mewah Pesona Depok 1 dan dilanjutkan dengan 360 unit rumah pesona Depok 2. Selanjutnya dibangun pula Pesona Khayangan yang juga di Depok. Kini telah dibangun Pesona Khayangan 1 sebanyak 500 unit rumah dan pesona khayangan 2 sebanyak 1100 unit rumah. Sedangkan pesona khayangan 3 dan 4 masih dalam tahap pematangan tanah.
Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut antara 200 juta hingga 600 juta per unit. Yang menarik tradisi pengajian setiap malam jumat yang dilakukannya sejak awal, tidak ditinggalkan. Sekali dalam sebulan, dia menggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang dihadiri seluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona khayangan pertengahan september lalu, ada sekitar 4.000 orang yang hadir. Setiap orang yang hadir mendapatkan sarung dan 3 stel gamis untuk shalat. Setelah itu, ketika beranjak pulang, setiap orang tanpa kecuali, diberi nasi kotak dan uang Rp 10.000. tidak mengherankan, suasana berlangsung sangat akrab. Mereka saling bersalaman dan berpelukan. Tidak ada perbedaan antara bawahan dan atasan. Menurut Fauzi, beliau sendiri tidak pernah membayangkan akan menjadi seperti ini.
“Ini semua dari Alloh. Saya tidak ada apa2nya.” Kata pria yang sehari-hari berpenampilan sederhana ini. Karena menyadari bahwa semua harta itu pemberian Alloh, Fauzi tidak lupa mengembalikannya dalam bentuk infak dan shadaqoh kepada yang membutuhkan. Tercatat, beberapa masjid telah dia bangun dan sejumlah kaum dhuafa dan janda telah disantuninya. Usaha yang dijalankannya tersebut, menurut Fauzi ibarat menanam padi. “Dengan bertanam padi, rumput dan ilalang akan tumbuh. Ini berbeda kalau kita bertanam rumput, padi tidak akan tumbuh”. Kata Fauzi.
Artinya, Fauzi tidak menginginkan hasil usaha untuk dirinya sendiri. “Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk kesejahteraan karyawan dan sosial.” Katanya.
Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkan selebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp 70 milyar yang digunakan untuk kegiatan sosial.
“Jadi, keuntungan perusahaan ini adalah nol.” Kata Fauzi. ” Jika setiap bangun pagi , kita bisa mensyukuri dengan tulus apa yang telah kita miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia”
Sumber : http://avitsantoso.blogspot.com/2011/10/biografi-fauzi-saleh-kisah-sukses.html

Monday, May 13, 2013

3 HAL YANG MEMBUAT ORANG TIDAK SUKSES


Pernahkah Anda mengalami kegagalan? Merasa sudah berusaha semaksimal mungkin namun hasilnya tetap saja gagal? Atau bahkan mungkin sebagian dari Anda sudah pada batas keraguan atas kemampuan dirinya. Apalagi kalau kita sering gagal tentu akan timbul rasa putus asa, ingin menyerah dan tidak percaya diri akan kemampuannya untuk meraih kesuksesan. Maka perlu bagi kita untuk mempelajari apa saja yang membuat kita gagal. Apa yang belum kita lakukan untuk menggapai sukses dan apa saja yang membatasi kita dalam menggapai kesuksesan kita.

Jika kita terus menerus gagal dalam setiap percobaan maka kita perlu untuk mengoreksi sikap diri untuk berhasil menggapai keinginan kita. Solusinya adalah dengan menelaah sikap kita dalam berjuang mencapai keberhasilan.

ada 3 hal yang membuat orang tidak pernah sukses :

1. Tidak Sabar.
Sebuah usaha apapun untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan keinginan kita tidaklah instan artinya semua usaha pastilah diwarnai dengan berbagi halangan dan tantangan terkadang juga cemoohan orang, namun untuk mencapai kesuksesan hal-hal tersebut janganlah dijadikan halangan namum ambillah untuk pelajaran kita. sikap sabar adalah kunci utama dalam menghadapi masalah seperti ini, tetap lakukan dengan penuh semangat dan konsisten.

Seperti dalam menjalankan bisnis di Melia Sehat Sejahtera, sabarpun harus ada karena bisnis ini dirancang adalah untuk membangun impian masa depan menjadi kenyataan dengan demikian pelaku bisnis ini harus sabar dan konsisten toh tidak memerlukan terlalu banyak waktu

2. Tidak mau mendengarkan informasi dari orang-orang sukses.
Bisnis pada dasarnya adalah pemikiran atau paradigma bagaimana menjalankan sebuah bisnis dan cara menjalakannya, bagi orang yang baru memulai bisnis tentu saja harus belajar dan mencari informasi. dan informasi tersebut hanya bisa diperoleh dari orang-orang yang sudah sukses dalam menjalankan bisnis tersebut. Jika kita tidak mau mendengarkan tentu saja info itu tidak akan bisa diterima atau mau mendengarkan tapi tidak mau membukan pikiran untuk menerima dan mencerna informasi yang diterima.


3. Tidak mau melakukan pekerjaan orang sukses.
Bisnis apapun pada dasarnya juga adalah meniru apa-apa yang dilakukan oleh orang yang lebih dulu meraih kesuksesan tinggal ditambah dengan trik atau ide-ide yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Orang yang tidak mau melakukan pekerjaan orang sukses pasti dia tidak akan sukses. contoh : tukang cangkul, jika ada orang ingin sukses tapi di melakukan pekerjaan sama yaitu mencangkul tentu saja dia tidak akan sukses ya hanya jadi tukan cangkul.
Dalam bisnis di Melia Sehat Sejahtera jelas kita melakukan pekerjaan orang-orang yang sukses karena kita melakukan pekerjaan seperti yang dicontohkan oleh leader-leader kita


 
 

Sunday, May 12, 2013

SUKSES BERUSAHAN TIDAK HARUS SARJANA

Menghabiskan waktu 3-4 tahun di universitas merupakan penyia-nyiaan waktu dan biaya, demikian pendapat beberapa warga muda Australia yang memilih "berkarier" dibandingkan belajar.
Mereka beranggapan bahwa pengalaman hidup tidak bisa didapat dari bangku kuliah, dan di negeri seperti Australia dan banyak negara maju lainnya, kuliah juga berarti mereka harus berutang kepada negara.
Di Australia rata-rata utang mahasiswa adalah sekitar 15.200 dollar (sekitar Rp 152 juta), dan diperlukan waktu 8,3 tahun untuk membayar kembali utang-utang tersebut. Gelar sarjana hanya diperlukan untuk profesi seperti kedokteran atau hukum.

Berikut profil beberapa warga muda Australia berusia 20-an tahun yang sudah sukses di bidang mereka tanpa menggenggam gelar sarjana, seperti ditulis oleh news.com.au.
Wiraswasta Mick Spencer baru berusia 22 tahun, dan sekarang memiliki bisnis penjualan pakaian olahraga dengan omzet lebih dari 1 juta dollar (sekitar Rp 10 miliar) per tahun. Spencer memulai bisnis bernama OnTheGo di usia 18 tahun dari garasi di rumahnya, ketika dia masih mahasiswa, dengan modal 180 dollar (Rp 1,8 juta). Dia tidak melanjutkan kuliahnya di semester kedua.
"Ketika itu, saya sedang mendengarkan kuliah bisnis internasional, dan saya sedang kontak dengan perusahaan saya di China lewat laptop, dan saya tidak sependapat dengan apa yang dikatakan dosen tersebut," kata Spencer.
Bisnisnya sekarang sudah memasuki tahun keempat, dan dia memiliki tujuh karyawan penuh waktu di Australia dan lima orang di China dan Hongkong. Berbicara dari kantornya di Shenzhen, China, Spencer mengatakan, dia tidak memiliki kesabaran untuk menyelesaikan kuliahnya.
"Saya tidak mau duduk di bangku kuliah dan mendapatkan gelar dan baru bekerja setelah empat tahun," katanya.
"Saya pernah mengalami masalah jantung dua kali, yang pertama di usia 19 tahun hampir membuat saya meninggal. Jadi secara pribadi ini membuat saya harus berpikir di luar konvensi normal."
Spencer juga mengatakan dia pernah menjalani gaya hidup di kampus selama seminggu dan menyadari itu tidak cocok untuknya. "Saya tidak pernah mau berpesta selama beberapa malam, bangun telat, dan kemudian kuliah."
Namun, Spencer juga mengatakan tidaklah berarti semua orang harus meninggalkan bangku kuliah. "Saya mempekerjakan mereka yang punya gelar sarjana, tetapi saya pikir universitas juga harus mengajarkan sesuatu yang lebih praktis sehingga memberikan mahasiswa pengalaman lebih nyata," kata Spencer.
Pemilik franchise Amy Cobley mulai bekerja di Domino Pizza, ketika berusia 14 tahun dan masih bersekolah. Ketika dia meninggalkan sekolah di kelas 11, dia bekerja penuh waktu. Di usia 17 tahun, dia menjadi manajer toko dan di usia 19 tahun membeli franchise Domino bersama mitra bisnisnya yang berusia 23 tahun, yang juga tidak melanjutkan kuliah. Sekarang Cobley sudah memiliki rumah sendiri.
"Semua ini memberikan saya kesempatan. Saya sudah mengunjungi Afrika dan Amerika. Karena saya sudah punya penghasilan, jadi stres saya berkurang ketika bepergian," kata Cobley. 
"Beberapa orang yang saya kenal punya gelar sarjana, tetapi susah mencari kerja."
Namun, memiliki usaha sendiri juga banyak tantangannya. "Kehidupan sosial lebih sedikit. Susah untuk bertemu teman, ataupun keluar malam pada Jumat atau Sabtu karena justru bisnis pizza sedang ramai-ramainya di kedua hari tersebut."
Ketika baru pertama kali membeli franchise tersebut, Cobley bekerja antara 80 sampai 100 jam per minggu. "Saya sekarang bekerja sekitar 60-70 jam seminggu, namun kita semua harus bekerja keras bagi masa depan kita sendiri," kata Cobley.
Karyawan yang setia
Ketika selesai sekolah menengah, Murad Ali mempertimbangkan untuk kuliah, tetapi karena biaya terlalu mahal, dia memutuskan untuk bekerja. Dia  kemudian melamar ke Commonwealth Bank, salah satu bank terbesar di Australia.
Dalam wawancara pertama, Ali ditolak. Namun, masuk enam bulan kemudian di salah satu cabang bank tersebut di Melbourne. Sekarang dalam usia 29 tahun, Ali sudah bekerja selama 11 tahun di tempat itu, di bagian asuransi. Gaji Ali setahun sekarang ini adalah 80 ribu dollar (sekitar Rp 800 juta), dan kariernya lebih maju dibandingkan mereka yang melanjutkan kuliah.
"Ada teman yang lulus dari jurusan psikologi, sekarang mereka tidak bekerja di bidang tersebut, malah kerja di bank," katanya.
Menurut Ali, anak-anak muda tidak harus terlalu khawatir untuk tidak kuliah. "Kuliah bukan akhir dari segalanya. Pilih perusahaan atau bidang yang betul-betul anda minati. Mungkin kita harus melamar 4-5 kali, tapi kalau itu memang tekad anda, maka anda akan berhasil," kata Ali
Sumber : Kompas.com

Thursday, May 9, 2013

9 Kesalahan Ketika Anda Sedang Berkembang

Ketika anda mencoba untuk berkembang, sangatlah mudah untuk jatuh lebih dari satu kali dan membuat diri anda terluka dalam perjalanan menuju kesuksesan, kebahagiaan, dan semua hal yang ingin anda raih. Tentunya terdapat beberapa lubang dalam yang harus anda perhatikan dan berhati-hati tentu saja.
Di bawah ini merupakan 9 kesalahan yang sering dilakukan ketika anda sedang berkembang. Saya telah melakukan kesalahan-kesalahan tersebut. Bahkan lebih dari satu kali. 

Dengan sharing saya ini, harapan saya semoga anda tidak jatuh ke lubang yang sama seperti yang saya alami.
Sekarang marilah kita bahas 9 kesalahan tersebut :

1. Berpikir Bahwa Anda Telah Mengetahui Segalanya
Hal ini merupakan masalah besar dan dapat menghentikan perkembangan diri anda untuk waktu yang cukup lama. Pikiran-pikiran seperti: “Saya mengerti bagaimana hal-hal bekerja di dunia ini. Saya tidak membutuhkan salesman itu untuk meningkatkan kualitas hidup saya. Mereka tidak memiliki sesuatu yang baru yang bisa mereka tawarkan. Hanya orang-orang putus asa yang membutuhkan buku tersebut. Ini hanya masalah kesadaran diri saja.”
Pemikiran dan sikap semacam inilah yang akan membuat anda sulit untuk berkembang. Ketika anda membaca buku-buku pengembangan diri dari penulis seperti Anthony Robbins, Brian Tracy atau Stephen Covey; anda akan menyadari dengan cepat bahwa nasihat terbaik yang mereka berikan tidak sepenuhnya berhubungan dengan kesadaran diri. Bahkan, seringkali nasihat yang mereka berikan bertolak belakang dengan kebenaran yang selama ini kita peroleh dari pelajaran-palajaran di sekolah, media dan orang-orang lain di sekitar kita.
2. Dipusingkan Oleh Hal-Hal Yang Sedang Tren
Pola pikir seperti poin pertama diatas tidak sepenuhnya salah. Terdapat banyak salesman yang menawarkan banyak hal pada anda diluar sana. Dan karena penulis atau pembicara motivasi paling sukses memahami bagaimana caranya untuk berkomunikasi, terdapat banyak teknik penjualan high-pressure yang bisa anda peroleh dengan membaca buku-buku pemasaran. Teknik seperti menawarkan bingkisan kecil dan gratis bagi konsumen, atau dengan mengatakan bahwa hanya ada 500 buah produk sejenis dan tawaran ini hanya berlaku 1 minggu.
Namun meskipun beberapa teknik pemasaran terkesan sangat optimistis atau cenderung agresif, bukan berarti produk yang ditawarkan tidak memiliki nilai. Bedakan antara teknik penjualan dengan produk yang ditawarakan.
Menurut saya, mulailah dengan merk-merk atau produk-produk yang memiliki ulasan yang baik. Lakukan sedikit penelitian melalui google dan carilah informasi mengenai produk tersebut.
3. Tidak Mengambil Tindakan
Berpikir bahwa dengan membaca buku atau blog akan mengubah hidup anda secara otomatis merupakan pemikiran yang keliru. Pengetahuan tanpa tindakan tidak akan menghasilkan apapun. Dan hanya andalah yang bisa merubah diri anda sendiri. Orang lain bisa memberi anda nasihat, dukungan, serta motivasi. Namun pada akhirnya, anda harus mengambil tindakan.
Jika anda mengalami masalah dengan mengambil tindakan, seringkali hal ini disebabkan oleh rasa takut, anda perlu mengunjungi situs saya ini : www.menggapai-impian.com
4. Menyerah
Ketika anda mengalami kegagalan pertama kali, kedua atau ketiga, anda biasanya berpikir “Hal ini tidak ada artinya. Inilah diri saya dan saya tidak dapat berubah. Saya harus membiasakan diri saya berpikir bahwa saya memang seperti itu.”
Jangan menyerah. Satu atau lima atau 20 kegagalan tidak akan ada artinya dalam jangka panjang. Anda harus gagal supaya anda menguasai sesuatu dan berkembang.
5. Khawatir terhadap atau mendengarkan perkataan orang lain
Anda mungkin takut orang-orang akan bereaksi negatif terhadap perubahan yang anda lakukan, dan mereka memang cenderung berbuat demikian. Mungkin mereka berbuat demikian karena mereka khawatir anda akan menjauhi mereka dan akan kehilangan anda selamanya. Atau mungkin juga mereka tidak ingin anda berubah karena perubahan tersebut akan membuat mereka merasa diam di tempat. Mereka mungkin juga memberikan anda sejumlah opini negatif terhadap perkembangan diri anda; bahwa semua yang anda lakukan hanyalah sia-sia, buang waktu dan kehidupan nyata sangatlah berbeda dibandingkan dengan yang tertulis di buku.
Jika anda menemui jalan buntu, hal ini mungkin karena anda merasa anda memerlukan persetujuan dari orang lain dan anda harus mulai melepaskan diri dari pengaruh orang-orang ini. Jika tidak, anda akan selamanya hidup dalam bayang-bayang orang lain dan anda tidak akan pernah berkembang.
6. Bereksperimen Dengan Cara Anda Sendiri
Bereksperimen dengan materi perkembangan diri anda; tidak berkomitmen untuk mempelajari atau mempraktekkan serta mengembangkannya secara konsisten sebagai bagian keseharian anda. Mungkin anda merasa perubahan yang sedang anda coba lakukan terlalu sulit, atau tidak layak untuk anda lakukan, sehingga anda tidak berkomitmen untuk melakukannya.
Sulitkah melakukan perubahan tersebut? Terkadang ya. Namun saya merasa bahwa pertumbuhan memiliki lebih banyak nilai positif dibandingkan dengan negatif, dan saya berpendapat bahwa dari sudut pandang orang awam – orang yang belum mengikuti program pengembangan diri apapun – terkesan bahwa orang-orang yang sedang mencoba untuk melakukan perkembangan diri terlihat lebih bekerja keras, mengeluarkan lebih banyak uang dan waktu dibandingkan jika anda melihat dari sisi orang yang mencoba melakukan perubahan tersebut. Kerja keras bukanlah sesuatu yang sulit jika anda merasa anda berkembang dan menyukai apa yang sedang anda kerjakan.
Apakah perubahan tersebut layak untuk dilakukan? Tentunya perubahan tersebut lebih baik dibandingkan dengan alternatif lain; hanya berlarian kesana kemari setiap hari dan dipenuhi dengan kemarahan, stress dan kurangnya penghargaan diri.
Kunci bagi semua hal dalam kehidupan adalah konsistensi dan kesabaran. Berkomitmenlah untuk perkembangan diri anda.
7. Memiliki Ekspektasi yang Tidak Beralasan
Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya informasi. Kadang dalam jumlah informasi serta kualitas informasi yang anda miliki. Ketika pertama kali anda memulai, anda mungkin merasa bahwa hanya dengan membaca sebuah buku akan menyelesaikan semua masalah anda. Tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai apa yang bisa anda peroleh akan membuat anda kecewa dan seperti seorang pecundang tanpa alasan yang baik, hingga akhirnya anda menyerah.
Salah satu metode yang saya gunakan untuk mengeluarkan diri saya dari kondisi tersebut adalah dengan mengembangkan kebiasaan “mengkonsumsi” materi motivasi setiap saat, baik dalam bentuk buku, blog atau CD audio. Saya membangun perpustakaan kecil milik saya sendiri dan mengisinya dengan materi-materi pengembangan diri.
Mendengarkan kembali sebuah CD milik Andrie Wongso misalnya tidak hanya membuat saya termotivasi lagi, tapi juga menyediakan saya dengan solusi atas masalah saya. Kebiasaan ini – dikombinasikan dengan tindakan – akan memperjelas hal-hal yang anda inginkan, metode apa yang terbaik bagi anda dan semua peluang serta batasan dalam perkembangan diri anda.
8. Kegagalan Untuk Atau Tidak Berkeinginan Untuk Memahami Diri Anda Sendiri
Untuk mengubah diri anda; anda harus memahami proses yang terjadi di dalam diri anda. Bagaimana emosi anda bekerja, ego anda bekerja, bagaimana pengalaman masa lalu serta kebiasaan anda dapat mempengaruhi anda. Serta apa yang bisa anda lakukan mengenai hal-hal tersebut. Bagaimana anda bisa membantu diri anda sendiri. Bahkan jika anda berusaha mengubah bagian diri anda yang benar-benar ingin anda ubah.
Jadi menurut pendapat saya, jangan hanya berpegang pada 1 orang guru serta 1 pemikiran. Bacalah buku atau dengarkan materi-materi lain yang berasal dari penulis ternama untuk memperluas wawasan anda dan memberikan anda sejumlah solusi atas masalah-masalah anda.
Cobalah menjadi lebih mawas diri; sadari proses yang terjadi dalam diri anda ketika anda menjadi marah, merasa depresi, cemburu atau iri hati. Cobalah untuk bertindak berbeda dari yang biasa anda lakukan.
Daripada mengambil tindakan seperti yang biasa anda lakukan, terapkanlah apa yang telah anda pelajari untuk menangani kebiasaan anda. Jika anda gagal – sama halnya dengan kebanyakan orang, paculah terus diri anda – luangkan waktu untuk menganalisa mengapa anda merasakan atau melakukan tindakan negatif tersebut.
Jika anda tidak memiliki kendali atas tindakan anda, akan sangat sulit untuk membantu diri anda dan orang lain. Anda akan menemukan solusi yang tidak efektif, menjadi tidak bersemangat, dan pada akhirnya berhenti untuk terus berkembang.
9. Tidak Mengambil Tanggung Jawab Atas Diri Anda Sendiri
Hal ini sangatlah penting. Jangan salahkan orang lain. Andalah yang dapat melakukan perubahan tersebut.
Itulah 9 hal yang dapat menghambat perkembangan diri anda dan saya yakin masih banyak ha-hal lainnya. Namun saya akan tambahkan poin-poin lain pada lain kesempatan.
Jika anda mempunyai usulan-usulan lain, silahkan untuk menambahkan di kolom komentar.